Apa Yang Boleh Dan Tidak Boleh Dilakukan Pada Desain Peta Web

Perkembangan tool yang mudah digunakan dan layanan web telah membawa pemetaan berbasis web jauh dari asalnya. Tidak seperti 5-10 tahun yang lalu, banyak departemen yang mengumpulkan data geografis menawarkan semacam peta web sebagai bagian dari penawaran informasi berbasis internet mereka.  Peta berbasis web menjadi standar untuk berbagai macam layanan peta online yang banyak beredar sekarang.  peta web yang didesain dengan baik bukan hanya sekedar memberikan informasi geografis , tetapi juga menawarkan pengalaman informatif dan memikat. Berikut beberapa hal penting yang developer dan desainer perlu perhatikan

1. Jangan Membuat Peta Web All in One (Terlalu banyak informasi)

Sangat penting untuk fokus dan ketat dalam membuat peta web. Pertimbangkan layer data SIG mana yang benar-benar dibutuhkan. Ada kecenderungan untuk menampilkan semua data geografis yang ada kedalam layanan peta web tunggal. Hanya informasi geografis yang menarik dan relevan yang ditampilkan.

1

2. Simpel

Simpel adalah kunci. Peta web yang efektif adalah yang tidak membingungkan dan mudah digunakan. Hindari menampilkan terlalu banyak menu, tool dan tombol.  Pikirkan apa tujuan dan kegunaan dari peta web tersebut, dan hanya menawarkan fungsi yang benar-benar dipakai. Jangan menawarkan kepada pengguna pilihan yang terlalu banyak pada layer data dan tool.

3. Intuitif

Pengguna harus bisa mengerti dan menggunakan peta web tanpa harus mempelajari instruksi dan petunjuk yang panjang. Data SIG harus disimbolisasikan secara deduktif (contoh : vegetasi berwarna hijau dan air berwarna biru). Sertakan legenda untuk layer data yang memerlukan tambahan keterangan. Tool juga harus simpel dan mudah dimengerti.

4. Kuncinya adalah Simbolisasi

Pastikan layer data disimbolisasikan dan dilabeli dengan tidak membingungkan. Hindari menggunakan warna cerah dan mencolok. Buat layer background netral dan kurang mencolok sehingga tidak bersaing dengan layer utama. Gunakan label yang tergantung dengan skala dan layer untuk mengoptimasi tampilan peta pada skala yang berbeda. Hindari tampilan skala kecil yang membingungkan dalam level kedetailan yang tidak perlu. Sebagai contoh, Tampilan level daerah hanya menampilkan jalan utama dan jalan bebas hambatan daripada menampilkan semua kelas jalan. Warna yang digunakan harus menyenangkan secara visual dan mata langsung fokus pada poin utama peta.

5. Singkat

Jangan membuat layanan peta web anda bertele-tele dan harus dioptimasi untuk bisa melayani secara cepat pada berbagai jenis peralatan. Data yang berat seperti citra satelit dan foto udara harus dikompres dan dipotong. Pengguna jangan dibiarkan menunggu peta untuk di load. Dengan meningkatnya jumlah pengguna mengakses peta menggunakan smartphone dan tablet, optimasi peta web untuk mobile sangatlah penting.

2

6. Up to Date

Satu hal yang menjengkelkan pengguna adalah data/informasi yang kuno, tidak lengkap dan tidak terpercaya. Pastikan peta web anda handal dan dapat dipercaya dan mencerminkan keadaan terkini.

7. Dokumentasi

Sumber dan pembuat data sangatlah penting. Pengguna akan ingin mengetahui kapan dan siapa pembuat layer data tersebut. Peta web yang baik membuat keterikatan antara pengguna dengan tubuh peta.  Peta web yang didesain dengan baik menghindari pengguna yang menduga-duga dengan tool yang ada, mencoba mencari tahu fungsinya dan A well designed web map avoids having the user fumbling with side tools, trying to figure out functionality, mengetuk-ngetuk jempolnya menunggu peta terload atau frustasi karena peta tidak seperti yang dijanjikan atau tidak mempunyai informasi yang diinginkan.

Sumber : Situs GISLounge

Tinggalkan Pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf, anda dilarang mengkopi konten halaman ini.

Discover more from Blog SIG dan Geografi

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading