Tips dan Trik Menggunakan Query Definisi Layer Saat Membangun Data

Versi ArcGIS 10 memperkenalkan konsep baru dalam mengedit data dengan fitur template, yang mendefinisikan simbologi data dan nilai default atribut, diantara properti lainnya. Jika suatu saaat saya akan menambah/edit data, maka dengan menggunakan window “Create Feature”, yang menampilkan daftar template feature yang tersedia dan tool untuk membuat feature baru.

Kadang-kadang, kita tidak bisa melihat template yang seharusnya ada. ini terjadi karena template belum didefinisikan untuk layer yang bersangkutan, atau template sudah ada tetapi telah terfilter sehingga tidak nampak. yang perlu dipahami adalah, untuk memunculkan template maka sebelumnya layer harus dalam kondisi visible dan legenda telah diset seperti yang diinginkan.

Selain karena layer dalam kondisi mati sebagai penyebab yang jelas tidak munculnya template, hal lain yang biasanya kurang diperhatikan adalah definisi query yang telah di set. Query akan menampilkan sebagian dari features yang ada, hanya menampilkan yang sesuai dengan atribut yang diquerykan oleh properti layer

Berikut akan diuraikan mengenai Definisi Query pada editing data :

a.Hanya Template Features dengan nilai atribut default cocok dengan definisi query yang akan dimunculkan

Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah dengan menghapus definisi query merupakan satu-satunya cara untuk menampilkan template pada windows Create features. Pada kenyataannya, template muncul jika nilai atribut template cocok dengan definisi query yang diset. Jika nilai atribut tidak bersesuaian dengan query, maka template akan tersembunyi, dan feature yang ditambahkan pada layer akan hilang begitu dibuat.

Ketika membuka suatu data di Arcmap, kemudian menentukan simbolisasi berdasarkan atribut yang dikehendaki. Ketika kita mulai melakukan start editing, maka akan muncul windows di sebelah kanan yang disebut “Create Features” dengan template yang sesuai dengan legenda yang telah kita buat di TOC tadi. untuk setiap simbol di TOC akan bersesuaian dengan satu template di windows editing. Kita dapat mereview simbol dan atribut default dengan dobel klik pada pada template di windows sebelah kanan. Semua template features akan ditampilkan tetapi kita dapat melakukan query pada layer untuk menampilkan hanya simbol tertentu saja ayng tampil dari semua simbol yang ada ke dalam template

b. Definisi Query Pada Kolom akan Berdampak Pada Kenampakan Template Features

Memfilter template dari window Create Feature dapat dilakukan jika definisi query diterapkan pada semua field pada layer, tidak hanya pada field yang digunakan untuk simbologi saja. Kita dapat menyesuaikan template yang sudah tertampil dengan Definisi Query , klik tombol Organize Templates pada jendela Create Feature untuk membuka boks dialog Organize Feature Template, klik pada nama template yang ingin diubah kemudian buka propertinya, pada maintenance value isikan sesuai dengan yang diinginkan (pilih dari atribut yang ada)

c. Fitur template Dapat Dibuat untuk Semua Layer, Walaupun ada Definisi Query

Arcmap secara otomatis membuat Feature Template yang cocok dengan simbolisasi pada layer di TOC ketika anda melakukan start editing pada peta, tanpa mempertimbangkan apakah layer tersebut mempunyai Definisi Query. Walapun template feature tidak ditampilkan pada jendela Create Feature, bukan berarti tidak ada. Anda dapat membuka jendela Organize Feature Templates dan memilih layer yang ada pada daftar, atau membuat template baru untuk layer dengan menggunakan query menggunakan wizard Create New Template.

Ketika template dibuat, nilai dari filed yang tidak digunakan sebagai simbolisasi pada layer biasanya null (kecuali jika anda sudah mengisinya pada geodatabase). Ini berarti nilai default atribut template untuk field dengan definisi query dapat null dan harus dapat dipopulasikan sehingga template dapat ditampilkan. Dalam menentukan nilai atribut yang digunakan sebagai nilai untuk template pergunakan nilai yang memang akan digunakan paling sering untuk menghindari update ulang atribut setiap kali data ditambahkan.

 

d. Kadangkala, menghapus query definisi adalah jalan terbaik untuk membuat template feature tampil.

Kadangkala kita ingin menampilkan suatu template data baru yang ingin kita buat, tetapi template lama menghalangi atau definisi query malah menyembunyikan data yang akan kita tambahkan tersebut, maka hal termudah untuk memunculkan template adalah dengan menghapus query lama.

e. Definisi Query Tidak Bisa Diaplikasikan Pada kolom sistem ketika membuat features baru.

untuk kolom sistem sebagai contoh OBJECTID, Shape_Area, atau Shape_Length tidak didukung untuk diquery. kolom sistem merupakan kolom yang dibuat oleh software secara otomatis dan tidak bisa dihapus karena berfungsi fital bagi data, biasanya merupakan kolom paling kiri dan terdapat simbol * disana. Field ini dikontrol langsung oleh software

f. Membuat peta spesifik khusus editing

Tergantung dengan tugas SIG yang dilakukan, buatlah sebuah template peta yang sesuai dengan pekerjaan yang digunakan, sebagai contoh adalah template dengan tampilan bagus dan simbologi untuk produksi, peta dengan fungsionalitas untuk editing, atau peta yang simpel untuk sharing di web atau handled.

Untuk editing pertimbangkan untuk setting properti layer seperti simbol, ekspresi tampilan, kolom dan query. Jika definisi query diaplikasikan untuk tujuan tampilan, maka diperlukan kerja tambahan untuk menerapkannya untuk editing atau malah tidak cocok sama sekali. Jangan lupa untuk menentukan lingkungan editing seperti snapping, opsi edit, dan properti template feature.

Sumber : Rhonda (ESRI)

 

 

Tinggalkan Pesan