Simbolisasi Alur Lancip Pada Sungai

Melancipkan alur merupakan salah satu teknik pada kartografi untuk menambahkan unsur realisme pada peta dan juga untuk menentukan arah aliran dengan memberikan garis yang lebih lebar pada hilir daripada hulu.

Esensinya adalah membuat simboliasi di Arcmap dengan menggunakan rendering simbol bertingkat dengan kelas fitur garis hidrologi yang mengandung atribut, seperti aliran, yang dapat digunakan secara logis untuk memvariasikan lebar garis.

Terdapat dua proses yang perlu dilakukan :

1. Definisikan alur yang akan diproses

2. Terapkan simbologi yang sesuai

LANGKAH PERTAMA

Tentukan alur yang ingin dilakukan proses pelancipan

Ini merupakan langkah pertama seorang kartograf untuk memastikan tipe dan jumlah data yang ditampilkan benar, mengingat skala yang diterapkan pada peta. Untuk mereduksi jumlah data yang tertampil pada peta, anda dapat menggunakan query seperti biasanya :

1. Klik kanan pada data alur hidrologi dan klik “properties”

2. Pada tab “Definition Query” klik “Query Builder”

3. Masukkan query yang menghasilkan data yang ingin ditampilkan saja

4. Klik OK dan Apply

LANGKAH KE DUA

Langkah kedua adalah menerapkan simbolisasi pada data yang sudah kita siapkan sebelumnya.

1. Klik kanan pada layer dan klik Properties

2. Klik pada tab Symbology, dan pilih Quantities>Graduated Symbols

3. Set kolom Value dengan atribut yang ingin digunakan

4. Ganti ukuran simbol

5. Untuk klasifikasi, ganti nomor kelas diantara 8 – 10. Nomer ini berfariasi tergantung seberapa besar penghalusan yang pada alur yang diinginkan. semakin banyak kelas, maka perbedaannya akan semakin tidak kentara.

6. Klik Apply untuk melihat hasilnya

7. Jika dibutuhkan, anda dapat mengganti jumlah kelas dan menyesuaikan “break”

8. Kombinasi dengan hillshading, pantulan matahari, dan warna elevasi maka akan menghasilkan peta yang sangat realistis
.

Sumber : ESRI Blog

 

Tinggalkan Pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf, anda dilarang mengkopi konten halaman ini.

Discover more from Blog SIG dan Geografi

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading