5 Prinsip Desain Dalam Kartografi

hallu, ahahahaha, ketemu lagi, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai kartografi, khususnya dalam desain kartografi. Penyusunan peta merupakan suatu ilmu desain yang mempunyai beberapa elemen yang menentukan apakah hasil dari desain peta itu dapat berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat awam. Disini akan diterangkan mengenai 5 elemen utama yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain suatu peta. :beer:

1.Kontras Visual

Bagaimana suatu elemen di dalam peta terbedakan dengan elemen penyusun peta lainnya atau dengan background peta. Suatu peta terdiri dari satu atau lebih elemen-elemen penyusus di dalamnya, visualisasi kepada mata manusia haruslah bisa mengakomodasi keterbatasan mata manusia, sehingga diperlukan suatu teknik untuk menyusun peta yang gampang terbedakan komponen-komponen di dalamnya.

 

2. Keterbacaan

Kemampuan suatu peta untuk dapat dibaca dan dipahami. Pengguna peta sangat beragam, untuk itu mendesain sebuah peta haruslah sesederhana mungkin sehingga dapat dipahami oleh khayalak umum, bahkan yang paling awam sekalipun. Kemudahan untuk dibaca dan dipahami masyarakat sangat tergantung pemilihan elemen simbol, yang mewakili obyek sebenarnya di lapangan. selain itu juga pemilihan ukuran simbol, apakah terlalu besar sehingga saling tumpang tindih, atau malah terlalu kecil sehingga sulit dikenali.

3. Organisasi Obyek dan Background

Organisasi dari elemen penyusun peta khususnya perbedaan spontan antara obyek di foreground dengan background. Penyusunan peta yang baik haruslah secara seketika memberikan kesan mana yang background dan mana obyek peta utama bagi para penggunanya. Desainer Peta haruslah bisa menonjolkan obyek peta utama dibanding pelengkap di sekelilingnya. ada banyak cara untuk itu, misalnya menggunakan bayangan, efek feather, atau whitewash.

4. Organisasi Hirarkis

Salah satu tujuan utama dalam pembuatan peta adalah untuk memisahkan makna dari setiap karakteristik dan menggambarkan hubungan, perbedaan dan kesamaan. Struktur internal grafis dari peta sangatlah penting untuk menolong pengguna membaca peta. Hirarki merupakan pemisahan visual dari setiap layer-layer informasi yang menyusun satu kesatuan peta. beberapa layer informasi akan terlihat lebih menonjol dan terlihat lebih penting dibandingkan layer lainnya,

Hirarki visualisasi informasi dalam sebuah peta akan membuat para pengguna memfokuskan pada obyek yang penting dan mengidentifikasikan pola di dalamnya. pengorganisasian hirarkis untuk peta referensi seperti RBI sedikit berbeda dengan peta tematis. dalam peta referensi tidak ada yang lebih penting dari yang lain, semuanya dalam satu hirarki, dalam peta referensi seperti RBI, hirarki menjadi lebih tajam dan para pengguna memfokuskan pada sebuah obyek tertentu yang diinginkan, berbeda dengan peta tematik dimana tema dari peta tersebut merupakan fokus utama dan lebih menonjol dibandingkan obyek lainnya.

5. Keseimbangan.

Keseimbangan melibatkan pengorganisasian peta dengan elemen pendukung lainnya misalnya seperti legenda, judul, inset, dll. Peta dengan keseimbangan yang baik, akan memberikan kesan harmonis dan seimbang. Anda juga dapat menggunakan keseimbangan untuk menonjolkan pada tekanan atau tegangan atau untuk memunculkan persepsi tertentu. Keseimbangan dihasilkan dari dua faktor utama, pemberatan visual dan arah visual. Anda bisa membayangkan tengah dari peta sebagai pusat peta yang seimbang pada satu titik tumpu, faktor yang akan memberikan arah condong ke arah tertentu seperti ukuran, bentuk, lokasi relatif, dan Subjek

Kelima elemen diatas akan memberi pengaruh yang signifikan pada desain peta. Penggunaan dan pemanfaatan elemen itu akan menentukan ketertarikan atau kebosanan pengguna pada peta anda.

selamat mencoba :beer:

:cendolbig

Sumber :ESRI Blog

Tinggalkan Pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf, anda dilarang mengkopi konten halaman ini.

Discover more from Blog SIG dan Geografi

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading