Geografi

Banjir Bandang di Sukabumi yang Hanyutkan 3 Orang

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #8516
    Banata
    Keymaster

    Banjir bandang menerjang wilayah Kecataman Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ratusan rumah terendam dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Tiga orang hanyut dan dua di antaranya ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa.

    Ratusan personel TNI – Polri, tim SAR gabungan, BPBD dan relawan bergerak cepat ke lokasi kejadian. Posko evakuasi, layanan medis hingga dapur umum didirikan di sekitar lokasi sejak malam pertama peristiwa itu terjadi. Dahsyatnya banjir bandang hingga membawa material batang pohon besar yang tercabut dari akarnya dan bebatuan bercampur lumpur.

    “Dari hari pertama kejadian Senin malam, kita langsung mencari trouble spot-nya atau titik masalah kenapa terjadi luapan air dari sungai Cicatih. Ternyata setelah di selidiki, ada satu jembatan di aliran Sungai Cicatih yang tersumbat,” kata Komandan Penanggulangan Darurat Bencana sekaligus Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo, Rabu (23/9/2020).

    Penelusuran dilakukan, Danang juga menugaskan beberapa tim untuk memeriksa penyebab meluapnya Sungai Cibuntu yang menjadi aliran utama Sungai Cicatih. Penelusuran dilakukan hingga ke hulu sungai di Curug Citaman di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

    “Kemudian di telusuri lagi, ke hulu ada penyebabnya yaitu dimana tumpuan atau bendungan Curug Citaman di hulu yang membentuk seperti bendungan alami kecil berdiameter 10 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Nah itu yang pecah dan akhirnya material batu dan air turun ke bawah memasuki sungai Cicatih kemudian terbawa sampai dengan membendung jembatan di Desa Cibuntu,” tutur Danang.
    Personel gabungan kembali bergerak menyingkirkan material longsor yang menyumbat jembatan Cibitung. Hal itu dilakukan untuk menghindari banjir susulan terlebih pada hari kedua penanganan hujan mengguyur lokasi kejadian. Proses penyingkiran material longsor itu dilakukan sejak pagi hingga malam, sejumlah truk keluar masuk membawa puing dan batang pohon.

    “Kemudian hari ini sudah bisa terurai dan jembatan sudah bisa terbuka dan dialiri air. Kemudian sungainya kita keruk juga. Bagian atas sebelum jembatan sudah dikeruk menggunakan ekskavator yang ada. Pekerjaan itu lebih cepat karena ada ekskavator buatan Pindad punya kelebihan dengan jangkauan lebih panjang, memiliki tangan dan bentangannya lebih luas,” ujar Danang.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.