Menghitung Hujan Rata-Rata

1. Aritmatik
Metode ini adalah metode yang paling mudah dan sederhana. Caranya mudah, jumlah hujan di tiap stasiun hujan dibagi dengan jumlah stasiun hujan, atau dengan kata lain kita tinggal mencari rata-ratanya saja. Kelemahan metode ini adalah tidak terlalu teliti. Jadi biasanya metode ini digunakan jika penyebaran hujannya merata atau hujan tidak terlalu bervariasi.

aritmatik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Poligon Thiessen
Metode ini dilakukan kalau penyebaran hujannya tidak merata dan bervariasi, namun metode ini relatif lebih rumit, tapi metode ini cukup akurat. Caranya sebagai berikut:

  • Gambar Stasiun Hujan (A,B,C,D) di Peta DAS
  • Generate Polygon Thiessen dengan software GIS secara otomatis dengan input adalah titik-titik stasiun hujan
  • Hitung luas tiap poligon. Menghitung luas ini memakai software GIS, seperti ArcGIS atau QGIS
  • Luas tiap poligon dikalikan dengan kedalaman hujan di tiap poligon. Hasil jumlah hitungan tersebut kemudian dibagi dengan total luas daerah yang ditinjau.

thiessen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Isohyete
Metode Isohiet ini tidak jauh berbeda dengan Poligon Thiessen, hanya saja luasannya diperoleh dengan cara membentuk garis-garis hasil interpolasi nilai kedalaman hujan antar stasiun hujan. Ini bisa digenerate secara otomatis dengan software GIS
Kelemahannya, jika dalam satu DAS jumlah stasiun hujannya terlalu sedikit, interpolasinya akan menghasilkan data yang tidak bagus.

 

isohyet

 

 

 

 

Tinggalkan Pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf, anda dilarang mengkopi konten halaman ini.

Discover more from Blog SIG dan Geografi

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading