Menghasilkan Hotspot dari Data MODIS

Halo semuanya, dikesempatan ini,

Langkah 1. Download  Algoritma MODIS MOD14 (fire) Direct Broadcast  kemudian ekstrak , didalamnya akan terdapat beberapa file sebagaimana di gambar :

h1

  • MOD14.exe – program utama
  • MOD14-readme.txt – file readme
  • MOD14.fs.txt – spesifikasi MODIS L2 Fire versi 3

 

Langkah 2 . Download dan kopi data MODIS L1B 1km dan data geolokasi pada direktori kerja. Untuk menghasilkan data hotspot kita hanya perlu dua data ini. untuk melihat area geografis dari data, kita bisa melihat quicklook. Contoh data kali ini adalah Filipina :

  • 200607030235Terra.1000m.hdf (download – 536.0 MB)
  • 200607030235Terra.geo.hdf (download 94.0 MB)

h2

Langkah 3 . Menggunakan teks editor (Wordpad atau Notepad) untuk membuat file batch, dengan isi sebagai berikut :

mod14.exe -tv 200607030235Terra.1000m.hdf 200607030235Terra.geo.hdf MOD14.200607030235Terra.hdf >> MOD14.200607030235Terra.log

sesuaikan dengan nama file anda, kemudian simpan sebagai “run.bat”

h4

berdasarkan commandline di atas, perintah tersebut membutuhkan dua file input (MODIS Terra atau Aqua Level1B of 1km ditandai warna orange), file geolokasi (ditandai warna biru). file output (ditandai warna merah) didefinisikan oleh penggguna dan juga log filenya (warna hitam). Setiap saat kita harus mengikuti syntax ini.

Langkah 4 . Jalankan file batch dengan cara dobel klik , kita akan melihat jendela MS-DOS muncul, tunggu hingga proses selesai dan jendela hilang.

h5

Langkah 5 . Kita mendapatkan dua file outpu; yan pertama adalah MOD14.200607030235Terra.hdf adalah output Level2 data MODIS yang merupakan produk MOD14 Fire. File ini dalam format HDF seperti inputnya. file output kedua adalah MOD14.200607030235Terra.log, yang merupakan file log yang didefinisikan sebelumnya untuk mencatat semua informasi pemrosesan.

h6

Langkah 6 . Informasi dapat dilihat pada file output tersebut di atas. sebagai contoh buka file log MOD14.200607030235Terra.log dengan notepad. Scroll kebawah dan terlihat piksel api (lihat panah merah di gambar). Pada kasus ini, jumlah piksel api adalah 3, catat jumlahnya.

h7

h8

Langkah 7 . Informasi detail untuk piksel api dapat dilihat juga. Informasi tersebut adalah lintang, bujur, suhu kecerahan saluran 21, suhu kecerahan saluran 31, reflektan api saluran 2, kekuatan api  dan derajat keyakinan api. Informasi ini dapat dilihat di file output lainnya, yaitu MOD14.200607030235Terra.hdf. Untuk melihat informasi ini diperlukan software khusus, yang pada dasarnya merupakan software HDF Viewer, dalam tutorial ini, kita menggunakan hdfviewer 1.3, dapat didownload  disini. sftware ini membutuhkan JVM atau Java Virtual Machine (JVM) terinstal. JVM dapat didownload disini.

ketika hdfview 1.3 diinstal, ikon akan muncul di desktop, atau bisa langsung dijalankan di C:\Program Files\ncsa\hdfview 1.3\ dengan dobel klik “HDFView.exe”

h10

Langkah 8 . Untuk melihat MOD14.200607030235Terra.hdf, masuk ke menu utama hdfview 1.3, Klik File dan Open File, boks dialog akan muncul dan pilih file hdf yang ingin dilihat dan klik Open

h11

Langkah 9 . Disini kita akan melihat informasi yang terkait dengan piksel api (lintang, bujur, suhu kecerahan saluran 21, dll. ) pada bagian kiri ditunjukkan panah warna merah. output file MOD14 (MOD14.200607030235Terra.hdf) tampil dibagian atas, diikuti banyak variabel termasuk yang kita butuhkan. Yang kita butuhkan adalah lintang yang bernama FP_latitude, dan juga bujur yang bernama FP_longitude . Disini kita mencermati data FP_latitude, FP_longitude, FP_R2, FP_T21, FP31, FP_power dan FP_confidence.

h12

Langkah 10 . Pilih variabel bebas untuk melihat nilainya. Sebagai contoh, untuk melihat nilai lintang, yang dilakukan adalah dobel klik pada FP_latitude di kolom kiri, akan ada jendela baru dengan nilai dari tabel. Karena piksel api ada tiga buah maka akan ada tiga nilai dari lintang begitu juga untuk variabel lainnya.

h14

h15

h16

Langkah 11 . Nilai untuk setiap variabel bisa disimpan dalam file teks secara terpisah. nilai variabel FP_latitude akan disimpan dalam teks dengan nama FP_latitude.txt, begitu seterusnya untuk tiap nama variabel akan ada nama teks sendiri, menggunakan menu Table, simpan sebagai file teks. File teks akan disimpan dalam direktori kerja seperti file lainnya. File ini bisa dibuka dengan editor teks untuk melihat isinya.

h20

h21

h24

h23

Langkah 12 . Akhirnya, setiap nilai piksel api dari tiap variabel dapat dirangkum ke dalam tabel excel, kemudian pengguna dapat menghasilkan data hotspot menggunakan software SIG.

h25

 

sumber : http://www.geoinfo.ait.ac.th/

Tinggalkan Pesan