Kreasi Model Sketchup Sebagai Peta 3D Isometrik

Pada kesempatan kali ini akan diuraikan mengenai penggunaan model 3D dari aplikasi model 3D semacam sketch-up. Menggunakan model 3D untuk digunakan dalam peta isometrik dengan penambahan detail 3D simbol untuk lebih memperindah peta 3D.

Okeh, kita liat langkah demi langkahnya sebagai berikut :

1. Definisi Proyeksi isometrik di Arcscene

Jika sebelumnya anda telah membuat model 3D dan membuat model proyeksi perspektif, maka lebih dahulu kita harus merubahnya jadi isometrik. dengan proyeksi perspektif, bagian depan obyek akan terlihat lebih besar daripada bagian belakang dari obyek. dengan membuat grid dibawah model, anda dapat melihat bagaimana proyeksi perspektif merubah skala dan sudut  :cd

Untuk melakukan modifikasi proyeksi, anda harus mengubah view setting di arcscene (View>View Settings). Ada beberapa kontrol yang dapat anda otak atik untuk merubah sudut lihat relatif dari titik observasi. Untuk membuat peta isometrik, anda harus merubah properti proyeksi, walaupun tudak ada settingan langsung untuk merubah perspektif ke isometrik, tetapi anda dapat melakukan pendekatan dengan mengubah sudut lihat atau “viewfield angle” ke 1 dan meningkatkan sudut “pitch angle”, misalnya ke 38 derajat. Anda perlu melakukan eksperimen pada setting pitch hingga mendekati kondisi yang anda inginkan.

 

mengganti “pitch angle” akan memberi efek meningkatkan posisi observasi relatif terhadap pusat scene. Merubah “viewfield angle” akan memperpendek jarak pandang ke scene dan diaplikasikan seragam ke semua area.

2.Menambahkan Detail Peta

Setelah data telah berada dalam proyeksi isometrik, langkah selanjutnya adalah memberikan detail ke peta sehingga lebih realistik. ada beberapa cara untuk ini, yang pertama adalah memberikan peta dasar. misalnya anda telah mempunyai peta RBI atau yang lebih detail, anda dapat memasukkan ke dalam arcscene dan menyesuaikan pewarnaan dengan data utama sehingga akan kelihatan lebih asli. anda tidak perlu membuat model 3D detail seperti data utama, cukup poligon sederhana yang merepresentasikan bahwa terdapat bangunan disitu, ini akan lebih menonjolkan data utama, cukup dengan pewarnaannya yang selaras saja 😀

Jika anda sebelumnya telah melakukan survey detail lingkungan sekitar, misalnya furniture jalan, pohon, pagar, disarankan dilengkapi dengan data ketinggian, dan sudut anda dapat menyimpannya dalam sebuah geodatabase sebagai atribut. fitur titik tadi kemudian ditambahkan ke dalam arcscene sebagai layer kemudian dilakukan simbolisasi sebagaimana di Arcmap kecuali disini anda akan menggunakan simbol 3D, pilihlah simbol yang sesuai, seperti pohon, pagar, lampu taman dan lain-lain, anda dapat mengaksesnya di Symbology > Advanced properties

Utuk pohon dan semak dapat dipisahkan file layernya dan dengan atribut spesies dan ketinggian dapat digunakan untuk membuat simbol 3D yang sesuai. Dengan tombol “Advanced” rotasi dipilih ke “random” sehinggasimbol pohon akan nampak natural

 

Alternatif untuk membuat simbol vegetasi 3D adalah dengan menggunakan model COLLADA dan edit fitur vegetasi, ganti vegetasi dengan model vegetasi dari luar ArcGIS. untuk menggunakan metode ini, terlebih dahulu anda harus mengubah feature class vegetasi ke multipatch feature class vegetasi, setelah itu anda dapat mengganti features dengan model COLLADA dengan proses editing 3D

3. Menambahkan SImbol Peta

Data utama disajikan dalam bentuk 3D, dengan bentuk detail isometrik di setiap sudutnya, tetapi agar peta lebih mudah dibaca harus ditambahkan simbol dan teks, ini bisa dilakukan dengan toolbar 3D Graphics. Dimulai dengan menambahkan layer grafis di Arcscene dan tambahkan layer lagi jika diperlukan untuk mengelompokkan simbol

Dengan berbagai tool di toolbar di atas anda dapat membuat berbagai macam variasi simbol titik, garis dan poligon dalam 3D, semuanya akan tersimpan dalam layer grafis yang anda tambahkan tadi.

4. Finalisasi Peta

Setelah semua dirasa sudah benar dan bagus, langkah terakhir adalah finalisasi, Pilih File > Export Scene > 2D dan pilih format yang tersedia. PNG biasanya merupakan pilihan yang bagus. Dengan melakukan rotasi pada peta 3D di arcscene, anda dapat mengeksport gambar dari berbagai sudut untuk lebih melengkapi peta dari berbagai posisi. dengan toolbar animasi anda bahkan dapat membuat cuplikan video yang bisa anda set untuk melihat peta dari berbagai sisi, awesome :beer:

:cendolbig

sumber : ESRI Blog

 

Tinggalkan Pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf, anda dilarang mengkopi konten halaman ini.

Discover more from Blog SIG dan Geografi

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading