Geo-GIS

Volume Tererosi Minimum Bagian -1

Bayangkan sebuah mangkuk. Volumenya dapat ditemukan dengan mendeliniasi dua hal: sebuah bidang di tepinya dan permukaan bagian dalamnya yang melengkung. Menemukan volume DAS kurang lebih sama. Permukaan batasan dapat dibuat dengan menghubungkan sekumpulan titik yang terletak di seputaran batasan, sedangkan permukaan bagian dalam adalah topografi modern yang diwakili oleh DEM. Volume hanyalah perbedaan antara ketinggian batas dan topografi. “Volume Tererosi Minimum” disebut “Minimum Erosi Besar (Ebulk)” oleh Bellin et al. (2014).

0.) Ringkasan Alur Kerja

Instruksi terperinci akan diuraikan kemudian, tetapi alur kerja umum berjalan seperti ini:
Tentukan batas pinggir (poligon batas daerah aliran sungai) -> Ubah poligon menjadi titik -> Ekstrak ketinggian titik -> Buat permukaan batas (TIN) dari titik -> Ubah TIN menjadi raster -> Kurangi data surface topografi modern dengan permukaan batas – > Hitung volume -> Ubah satuan menjadi km3.

1.) Memulai
– Sebelum memulai, pahami dulu bagaimana membuat Daerah Aliran Sungai, nama yang dipergunakan disini hanyalah contoh, bisa menggunakan nama yang disukai.

– Mulailah dengan DEM yang berproyeksi UTM dan terkoreksi hidrologi (fill sink) dan shapefile poligon batas DAS (disini dinamakan ws1_boundary). Pembuatan TIN (Langkah # 6) membutuhkan sistem koordinat UTM  dan unit tampilan peta dalam meter. Sebagai alternatif, Anda dapat mengubah Data Frame menjadi sistem koordinat UTM (menu View > Data Frame Properties > Coordinate System … pilih sistem koordinat UTM; Ubah juga unit peta, di tab General).

– Buka Tabel Atribut untuk shapefile poligon batas DAS. Tambahkan kolom baru (New Field), dengan format Float (pecahan), bernama “Area”. Klik kanan> Hitung Geometri /Calculate Geometry (Luas) untuk poligon dalam km2.


– Potong DEM berdasarkan batas DAS:
dari menu arctoolbox cari:
Data Management > Raster > Raster Processing > Clip tool
Input raster = DEM
Output Extent = batas DEM (ws1_boundary)
centang menu “Use input features for clipping geometry”
Biarkan nilai NoData di default
Output = nama dem terpotong (disini akan dinamakan ws1_dem)
Pastikan untuk menyimpan raster keluaran di folder yang benar

– Anda sekarang harusnya memiliki DEM sesuai bentuk DAS (ws1_dem) dan seluruh area (DEM). Simpan keduanya di .mxd Anda untuk saat ini.

2.) Konversi Poligon Basin ke Titik
Dari arctoolbox : Data Management tools > Features > Feature Vertices to Points
Input = Batas DAS (ws1_boundary)
output = dinamakan rimpoints
Point type = All
Klik OK

3.) Ambil Nilai Elevasi di rimpoints dari DEM
– Gunakan DEM sebelum dipotong sebagai input untuk langkah ini, bukan yang terpotong batas DAS:
dari menu arctoolbox: Spatial Analyst Tools > Extraction > Extract Values to Points
Input point features = rimpoints
Input raster = DEM sebelum dipotong
Output point features = rimpoints_extracted
Centang pada pilihan “Append all the input raster attributes to the output features”
Klik OK

– Setelah selesai, periksa untuk melihat apakah Tabel Atribut rimpoints_extracted berisi nilai elevasi yang diambil dari DEM. Nilai ini akan berada di kolom yang disebut RASTERVALU. Anda akan menggunakan shapefile ini dan kolom ini sebagai masukan ke permukaan batas (TIN) Anda.

– Hapus shp rimpoints asli dari TOC.

4.) Hidupkan ekstensi 3D Analyst (Customize > Extensions)

5.) Buat TIN Surface
– TIN = Triangular Irregular Network
Dari menu Arctoolbox:
3D Analyst Tools > Data Management > TIN Management > TIN > Create TIN
Output TIN = ws1_tincap
Spatial Reference = Pastikan sistem koordinat Anda UTM – sesuai dengan yang Anda atur untuk Data Frame sebelumnya (lihat Langkah # 1)
Input feature class = rimpoints_extracted
Klik di sel pertama dari setiap kolom berikut dan ubah yang ada di sana.
Pastikan Anda memilih dari menu drop-down yang akan muncul setelah Anda mengkliknya:
height_field = RASTERVALU
SF_type = titik mas
tag_field = <none>
Klik OK

– Setelah selesai, TIN akan muncul. Ini mewakili permukaan batas pra-erosi teoritis untuk DAS, seperti yang didefinisikan oleh rimpoints_extracted.

6.) Ubah TIN menjadi Raster

Dari menu Arctoolbox
– 3D Analyst Tools > Conversion > From TIN > TIN to Raster
Input = ws1_tincap
Output raster = ws1_caprast
Output Data Type = INTEGER
Method = LINEAR
Sampling Distance = disetel ke CELLSIZE (ukuran sel harus cocok dengan ws1_dem atau DEM; cek nilai ini dengan melihat di menu Properties> Source pada DEM)
* Z Factor = 1

– Matikan TIN.

 

Skip to toolbar